Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Pasal 1, PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan).
Salah satu kunci untuk menentukan kualitas lulusan adalah kurikulum pendidikannya. Oleh sebab itu, setiap kurun waktu tertentu kurikulum selalu dievaluasi untuk disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, dan direncanakan tahun 2013.
Kurikulum pada tahun 1947 yang diberi nama Rentjana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama kali yang digunakan Indonesia setelah merdeka. Pada saat itu, kurikulum pendidikan dasar di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang, sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan di SD pada tahun 1950. (www.anneahira.com).
Pada tahun 1952 kurikulum SD di Indonesia mengalami penyempurnaan. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Pada kurikulum ini silabus mata pelajaran jelas dan seorang guru SD mengajar satu mata pelajaran.
Menjelang tahun 1964, Pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum SD di Indonesia. Perubahan kurikulum SD pada tahun 1964 diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum SD 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik, 2004), yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmani.
Dari Kurikulum 1964 diperbaharui menjadi kurikulum 1968, dalam hal ini terjadi perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus.
Dari segi tujuan pendidikan, Kurikulum SD 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama.
Djauzak Ahmad, Direktur Pendidikan Dasar Depdiknas periode 1991-1995 menyebut Kurikulum 1968 sebagai kurikulum bulat, maksudnya yaitu hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tidak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di jenjang pendidikan SD.
Pada tahun 1975 kurikulum SD 1968 disempurnakan menjadi kurikulum SD 1975 yang menekankan pada tujuan agar pendidikan lebih efisien dan efektif. Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah "satuan pelajaran", yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi yaitu petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar mengajar, dan evaluasi. Namun kurikulum SD 1975 banyak dikritik karena guru sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran.
Kurikulum SD 1975 hingga menjelang tahun 1983 dianggap sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan sidang umum MPR 1983 yang produknya tertuang dalam GBHN 1983 menyiratakan keputusan politik yang menghendaki perubahan kurikulum dari kurikulum 1975 ke kurikulum SD 1984. Karena itulah pada tahun 1984 pemerintah menetapkan pergantian kurikulum 1975 oleh kurikulum 1984.
Kurikulum SD 1984 mengutamakan pendekatan proses, namun faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut "Kurikulum 1975 yang disempurnakan". Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan.
Atas dasar perkembangan itu maka menjelang tahun 1983 antara kebutuhan atau tuntutan masyarakat dan ilmu pengetahuan/teknologi terhadap pendidikan dalam kurikulum 1975 dianggap tidak sesuai lagi, oleh karena itu diperlukan perubahan kurikulum. Pada kurikulum SD 1984 pemberian materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan konkret, semikonkret, semiabstrak, dan abstrak dengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh ke kesimpulan. Dari yang mudah menuju ke sukar dan dari sederhana menuju ke kompleks.
Pada tahun 1993, disinyalir bahwa pada kurikulum 1984, proses pembelajaran menekankan pada pola pengajaran yang berorientasi pada teori belajar mengajar yang kurang memperhatikan muatan pelajaran, sehingga lahirlah sebagai penggantinya adalah kurikulum 1994. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan. Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak.
Penyempurnaan kurikulum 1994 di pendidikan dasar dilaksanakan bertahap, yaitu tahap penyempurnaan jangka pendek dan penyempurnaan jangka panjang. Selama dilaksanakannya kurikulum 1994 muncul beberapa permasalahan, terutama sebagai akibat dari kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi (content oriented), di antaranya adalah beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/substansi setiap mata pelajaran. Hal ini mendorong para pembuat kebijakan untuk menyempurnakan kurikulum tersebut. Salah satu upaya penyempurnaan adalah diberlakukannya Suplemen Kurikulum 1994.
Pada tahun 2004 kurikulum yang dikembangkan diberi nama Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pendidikan berbasis kompetensi menitikberatkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu sesuai dengan standar performance yang telah ditetapkan.
Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna, dan (2) keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya (Puskur, 2002a).
Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa. Sayangnya, kerancuan muncul bila dikaitkan dengan alat ukur kompetensi siswa, yakni ujian. Ujian akhir sekolah maupun nasional masih berupa soal pilihan ganda. Bila target kompetensi yang ingin dicapai, evaluasinya tentu lebih banyak pada praktik atau soal uraian yang mampu mengukur seberapa besar pemahaman dan kompetensi siswa. Meski baru diujicobakan, di sejumlah sekolah kota-kota di Pulau Jawa, dan kota besar di luar Pulau Jawa telah menerapkan KBK. Namun hasilnya tidak memuaskan. Guru-guru pun tidak paham betul apa sebenarnya kompetensi yang diinginkan pembuat kurikulum. (Depdiknas.go.id)
Awal 2006 ujicoba KBK dihentikan. Muncullah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan Kurikulum 2004. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Hal ini disebabkan karangka dasar (KD), standar kompetensi lulusan (SKL), standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Jadi pengembangan perangkat pembelajaran, seperti silabus dan sistem penilaian merupakan kewenangan satuan pendidikan (sekolah) di bawah koordinasi dan supervisi pemerintah Kabupaten/Kota.
Pada tahun 2013 Pemerintah merencanakan untuk mengubah kurikulum Sekolah Dasar menjadi kurikulum 2013 dengan menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis test dan portofolio saling melengkapi. Orientasi pengembangan kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, di samping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.
Salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD, adalah bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran, yaitu dua mata pelajaran itu akan diintegrasikan kedalam semua mata pelajaran.
Mendikbud mengatakan, kurikulum 2013 itu diharapkan bisa diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013, tapi sebelumnya akan diuji publik sekitar November 2012. "Masyarakat bisa memberikan masukan atas setiap elemen kurikulum mulai dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses hingga standar evaluasi. Adanya uji publik ini diharapkan kurikulum yang terbentuk telah menampung aspirasi masyarakat," papar Nuh. Kurikulum pendidikan baru ini akan diterapkan pada tahun ajaran 2013/2014. Namun kurikulum ini akan mulai berlaku untuk kelas 1 dan 4 sekolah dasar baik negeri yang dikelola Kemendikbud maupun Kementerian Agama dan juga sekolah swasta, sedangkan lainnya bertahap. Alasanya, karena kelas yang lebih tinggi sedang mempersiapkan ujian nasional.
Perubahan kurikulum ini juga didasarkan pada penilaian bahwa pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sejak diberlakukan pada 2006 kurang memberikan hasil yang signifikan. Kurikulum baru ini akan mulai disosialisasikan dan diuji publik sebelum Februari 2013, dan mulai berlaku pada tahun ajaran 2013-2014.
Rabu, 19 Desember 2012
Perkembangan Kurikulum SD di Indonesia
Selasa, 20 November 2012
RANCANGAN MEDIA ULTAH
M
edia ULTAH dapat digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran bahasa indonesia, matematika, PKn, Agama, IPA, IPS, SBK. tapi saya akan membuat media ultah untuk mata pelajaran IPA materi konduktor dan isolator. berikut rancangan media ultah yang saya buat.
Nama Sekolah : SDN 1 Karanganyar Demak
Kelas/Semester : VI (Enam) / 1 (Satu)
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Standar Kompetensi : 5. Memahami saling hubungan antara suhu, sifat hantaran, dan kegunaan benda
Kompetensi Dasar : 5.1 Membandingkan sifat kemampuan menghantarkan panas dari berbagai benda.
Materi Pokok : Benda Konduktor dan Isolator Panas
Nama Media : Ular Tangga Heboh (Ultah)
I. Alat
- Gunting
- Pensil
- Penggaris
- Spidol
II. Bahan
- Double tip
- Kertas gambus
- Kertas duplex
- Kertas Asturo
III. Rincian Biaya
- Ketas gambus 4 x @1000 =Rp 4.000,00
- Kertas asturo = Rp 1.000,00
- Doubel tip = Rp 2.500,00
- Kertas duplex = Rp 3.000,00
IV. Cara Pembuatan Media
1. Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Lapisi kertas gambus dengan kertas asturo.
3. Tulisi kertas asturo dengan ciri-ciri cuaca.
4. Lubangi kertas duplex dan pasangkan tali gantungan.
5. Tempelkan gambar cuaca pada kertas duplex.
6. Berikan double tip pada belakang kertas gambus.
7. Hiasi kertas duplex agar lebih menarik.
V. Cara Kerja “Pacu”
1. Lepaskan double tip atau perekat yang menempel di belakang tulisan pada kertas gambus.
2. Tempelkan ke dalam papan cuaca apakah termasuk ciri-ciri cuaca cerah, cuaca mendung, atau cuaca hujan.
Read More......
Minggu, 11 November 2012
I Have A Dream-Westlife
Intro:- G G G D
D D G G
-----D
I have a dream
-----G
a song to sing
------D
To help me cope
---G
with anything
-------D
If you see the wonder
-----G
of a fairy tale
------D
you can take the future
-----G
even if you fail
Reff
D
I believe in angels
something good in
C----------G
everything I see
--------D
I believe in angels
-----C
when I know the time
----------G
is right for me
------------D
I’ll cross the stream
------G
I have a dream
D
I have a dream
-----G
a fantasy
-------D
To help me through
--G
reality
-----D
And my destination
-----------G
makes it worth the while
---------D
pushing through the darkness
--------G
still another mile
Repeat Reff
----- D
I have a dream
------- G
a song to sing
------ D
To help me cope
----- G
with anything
--------- D
If you see the wonder
------ G
of a fairy tale
---------- D
you can take the future
-------- G
even if you fail
REPEAT CHORUS
Jadian- The Junas Monkey
Intro : G
C G
aku suka dia
Am Em
tapi aku tak tahu untuk
F C Dm
bilang kepadanya bila aku suka
G
jatuh cinta kepadanya
C G
dia cinta yang pertama
Am Em
dia yang bisa membuat aku
F C Dm
merasa deg-degan berdebar di dada
G
diam saat mengingatnya
Reff:
C
bulan tolong katakan
G Am Em F
bintang bantu bisikkan kepada dirinya
C Dm G
kalau aku mau menjadi kekasihnya uooh..
C G
aku yakin diriku
Am Em
nanti pasti membuatnya
F C Dm
suka kepadaku cinta kepadaku
G
dan kita akan jadian
Reff:
C
bulan tolong katakan
G Am Em F
bintang bantu bisikkan kepada dirinya
C Dm G
kalau aku mau menjadi kekasihnya Uooh...
C
bulan tolong katakan
G Am Em F
bintang bantu bisikkan kepada dirinya
C Dm G
kalau aku mau menjadi kekasihnya Uooh..
C
bulan tolong katakan
G Am Em F
bintang bantu bisikkan kepada dirinya
C Dm G
kalau aku mau menjadi kekasihnya Uoooh Uooo...
YA SUDAHLAH
A E
ketika mimpimu yang begitu indah
A E
ketika mimpimu yang begitu indah
Bm F#m
tak pernah terwujud ya sudahlah
A E
saat kau berlari mengejar anganmu
Bm F#m E
dan tak pernah sampai ya sudahlah
Chorus :
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E
cause everythings gonna be ok
A
satu dari sekian kemungkinan
E
kau jatuh tanpa ada harapan
Bm
saat itu raga kupersembahkan
F#m
bersama jiwa cita-cita dan harapan
A
kita sambung satu persatu sebab akibat
E
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
Bm
menuntun ke arah mata angin bahagia
F#m
kau dan aku tahu jalan selalu ada
A
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
E
bagai deras ombak yang menabrak karang
Bm
namun ku tahu ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
F#m E
hadapi bersamaku hingga akhir datang
A E
saat kau berharap keramahan cinta
Bm F#m
tak pernah kau dapat ya sudahlah yeah
A E
dengar ku bernyanyi lalalalala heyeyeyeyeyayaya
Bm F#m E
dedum dedudedadedudidam semua ini belum beakhir
Chorus :
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E
cause everythings gonna be ok
D
satu kan langkah langkah yang beriring
E
genggam hati rangkul emosi
F#m C#m
genggamlah hatiku satukan langkah kita
D
sama rasa tanpa pamrih
E
ini cinta across the sea
F#m C#m
peluklah diriku terbang bersamaku
D E
melayang jauhh.. woo..woo.. yeeahhh.. (come fly with me, baby)
A
ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
E
sosok ini yg menerima kelemahan hati
Bm
yea..aku cinta kau.. ini cinta kita
F#m
cukup satu waktu yes untuk satu cinta
A
satu cinta ini akan tuntun jalanku
E
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku
Bm
rebahkan rasamu untuk yg ditunggu
F#m E
bahagia hingga ujung waktu
Chorus :
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E
cause everythings gonna be ok
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E
cause everythings gonna be ok
A E
apapun yang terjadi
Bm F#m
Ku kan slalu ada untukmu
A E
janganlah kau bersedih
Bm F#m E A
cause everythings gonna be ok
Suara Ku Berharap - Hijau Daun
[intro] D Bm G A
D
Disini aku masih sendiri
Bm
Merenungi hari-hari sepi
G
Aku tanpamu
A
Masih tanpamu
D
Bila esok hari datang lagi
Bm
Ku coba untuk hadapi semua ini
G Em D
Meski tanpamu meski tanpamu
Bm F#m Em
Bila aku dapat bintang yang berpijar
Bm F#m Em
Mentari yang tenang bersamaku disini
Bm F#m Em
Ku dapat tertawa menangis merenung
Bm A
Di tempat ini aku bertahan
[chorus]
D Bm
Suara dengarkanlah aku
G D/F# Em
Apa kabarnya pujaan hatiku
A Bm
Aku di sini menunggunya
G F#m Em A
Masih berharap di dalam hatinya
D Bm
Suara dengarkanlah aku
G D/F# Em
Apakah aku slalu dihatinya
A Bm
Aku di sini menunggunya
G F#m Em A
Masih berharap di dalam hatinya
D
Kalau ku masih tetap disini
Bm
Ku lewati semua yang terjadi
G F#m Em
Aku menunggumu
D
Aku menunggu
[intro] Bm A G D A G
Em F#m G A
D Bm
Suara dengarkanlah aku
G D/F# Em
Apa kabarnya pujaan hatiku
A Bm
Aku di sini menunggunya
G F#m Em A
Masih berharap di dalam hatinya
D Bm
Suara dengarkanlah aku
G D/F# Em
Apakah aku slalu dihatinya
A Bm
Aku di sini menunggunya
G F#m Em A
Masih berharap di dalam hatinya
Call Me Maybe – Carly Rae Jepsen
Intro: C D Em D
C
I threw a wish in the well
D
Don't ask me, I'll never tell
Em
I looked at you as it fell
D
And now you're in my way
C
I'd trade my soul for a wish
D
Pennies and dimes for a kiss
Em
I wasn't looking for this
D
But now you're in my way
C D
Your stare was holding, ripped jeans - skin was showin'
Em
Hot night, wind was blowin'
D
Where you think you're going, baby?
C D
Hey I just met you and this is crazy
Em D
But here's my number - so, call me maybe?
C D
It's hard to look right at you, baby
Em D
But here's my number - so, call me maybe?
C D
Hey, I just met you and this is crazy
Em D
But here's my number - so, call me maybe?
C D
And all the other boys try to chase me
Em D
But here's my number - so, call me maybe?
C
You took your time with the call
D
I took no time with the fall
Em
You gave me nothing at all
D
But still you're in my way
C
I beg and borrow and steal
D
Have foresight and it's real
Em
I didn't know I would feel it
D
But it's in my way
C D
Your stare was holding, ripped jeans - skin was showin'
Em
Hot night, wind was blowin'
D
Where you think you're going, baby?
C D
Hey I just met you and this is crazy
Em D
But here's my number - so, call me maybe?
C D
It's hard to look right at you, baby
Em D
But here's my number - so, call me maybe?
C D
Hey, I just met you and this is crazy
Em D
But here's my number - so, call me maybe?
C D
And all the other boys try to chase me
Em D
But here's my number - so, call me maybe?
C D
Before you came into my life
Em
I missed you so bad, I missed you so bad
D
I missed you so, so bad
C D
Before you came into my life
Em
I missed you so bad and you should know that
D
I missed you so, so bad
C D Em D
C D
It's hard to look right at you, baby
Em D
But here's my number - so, call me maybe?
C D
Hey, I just met you and this is crazy
Em D
But here's my number - so, call me maybe?
C D
And all the other boys try to chase me
Em D
But here's my number - so, call me maybe?
C D
Before you came into my life
Em
I missed you so bad, I missed you so bad
D
I missed you so, so bad
C D
Before you came into my life
Em
I missed you so bad and you should know that
D
So, call me maybe?
